Soluna Body Ferrari : Modifikasi Butuh Waktu 2,5 Tahun

Melaju kencang merajai jalanan di atas mobil sport dan menjadi pusat perhatian. Rasanya, itu menjadi impian setiap orang. Termasuk, Daniel Tonny. Sayang, keinginan memiliki tidak diikuti dengan niat membeli.
Bagi Daniel, mendapatkan kendaraan impian dengan membeli kurang terasa nilai seninya. Berbeda jika harus merancang sendiri. Artinya, berusaha mengubah mobil harian menjadi tunggangan impian.
Daniel pun menggunakan Toyota Soluna lansiran 2000 miliknya untuk disulap mirip Ferarri 360 Modena. Saat perencanaan, dia sadar itu merupakan proyek besar. Dia tidak mungkin mengerjakannya sendiri. Perlu uluran tangan sang ahli. Lalu, Daniel membawa idenya ke bengkel Bodyworx. Segala ide dalam benaknya dikonsultasikan dengan Edward, sang pemilik bengkel.
Dari hasil diskusi, beberapa model bodi jadi pilihan. Bentuk Aston Martin, Lamborghini, hingga Ferrari. Dia tentu memilih Ferrari. Sebuah brand yang sudah digemari sejak dulu. Lebih spesifik, bodi 360 Modena akan ditirunya dengan sedikit kreasi. "Keinginan punya sportscar kesampaian juga," katanya.
Sejak 2002, Daniel mencoba berbagai gaya modifikasi. Aliran body conversion yang kali ini dipilihnya adalah hal baru. Karena perlu perhitungan matang, Daniel harus bersabar menunggu hasilnya.
Proyek luar biasa itu ternyata memakan waktu hingga 2,5 tahun! Pengerjaan dimulai Oktober 2005 dan baru tampak wujud jadinya pada Januari 2008.
Proses terlama pada pembentukan bodi. Detail gambar dari komputer, dicetak, untuk kemudian dibentuk sesuai keinginan. Bahannya memakai paduan fiber dan pelat besi. Bemper depan hingga fender roda depan memakai bahan fiber. Tujuannya, tidak mudah pecah saat terkena benturan. Sektor sisi dan buritan, mulai pintu hingga bemper, menggunakan pelat. Lebih tahan lama dan kukuh.
Bodi asli milik Soluna dibongkar total. Hanya bersisa bagian lantai. Bahkan, bagasi pun dipotong hingga 17 cm. "Penginnya mengikuti bodi Modena yang lebih panjang depannya," kata Daniel.
Hambatan tidak jarang menghadang. Tapi, yang cukup mengusik adalah ketika Daniel mencari velg Hyper 5Zigen untuk penguat kaki-kakinya.
Dia getol mencari velg itu karena sempat menjadi idola para pemodif di era 2002-2005. "Saya muter-muter di Surabaya cuma ada sampai 19 inci. Penginnya pakai yang 20 inci," sesalnya. Barang pun baru bisa didekapnya setelah pesan ke Jakarta melalui internet dan menunggu hingga empat bulan.
Penantian itu tidak sia-sia. Begitu seluruh pengerjaan selesai awal tahun lalu, Daniel langsung mendaftarkan tunggangannya tersebut ke salah satu kontes modifikasi. Hasilnya? Dia berhasil menyabet gelar best body conversion di ajang itu.
Terpuaskan? "Belum, rencananya mau pasang audio system dan kalau bisa mindahin mesin ke belakang juga," bebernya. Tampaknya, gelar tersebut akan sulit terlepas dari tangannya. (*/jpnn)




