PROFILE

Bruno Senna Jago Hujan

Bruno Senna Jago Hujan
Senin, 7 Juli 2008

Mendiang Ayrton Senna dulu dikenal sebagai jago hujan. Keponakannya, Bruno Senna, kemarin menunjukkan "kesaktian" yang sama di Sirkuit Silverstone. Dalam sprint race GP2 pagi sebelum Grand Prix Inggris, pembalap Tim iSport itu menguasai lomba, meraih kemenangan.

Padahal, Senna -yang finis di urutan enam pada feature race Sabtu lalu-- harus mengawali lomba dari baris kedua. Lintasan yang basah membuat kebanyakan pesaing belepotan. Begitu start, Senna melejit ke urutan dua. Dia kemudian mengambil alih pimpinan lomba dari Luca Filippi, dan mempertahankannya sampai akhir.

Performa ini mengingatkan penggemar balap pada performa Ayrton Senna pada GP Eropa 1993, di Sirkuit Donington Park. Waktu itu, mengendarai McLaren-Ford, Ayrton Senna meraih kemenangan di bawah cuaca buruk.

Kemenangan Bruno Senna ini membuka peluangnya menjadi juara GP2. Dia berada di urutan dua, 11 poin di belakang Giorgio Pantano. "Jarak dengan Giorgio masih jauh, tapi masih ada separo musim yang harus dilalui," ujar Senna seperti dilansir Autosport.

Kalau juara, Senna tentu bakal mulus masuk F1 2009. Namun, juara atau tidak, dia mungkin sudah disiapkan tempat di kelas tertinggi nanti. Entah sebagai pembalap atau test driver. Beberapa tim, Red Bull, Toro Rosso, dan BMW disebut telah menunjukkan minat.