PROFILE

Jazz Oranye Sporty dan Atraktif

Jazz Oranye Sporty dan Atraktif
Sabtu, 26 Januari 2008
Benny Oentoro, 30, adalah modifikator sekaligus pemilik bengkel modif. Dia punya tiga mobil, Jazz i-DSI 2005, New Civic Type R, dan Honda Jazz 2005 oranye. Namun, Benny hanya punya satu mobil kesayangan di antara ketiga jenis di atas. Yaitu, Jazz oranye.

Mobil itu adalah mobil pribadinya yang selalu dirawat dan diutak-atik untuk menyalurkan bakatnya, memodifikasi. Waktu pikiran dan materiil yang dimiliki Benny dikorbankan begitu saja demi merombak mobil kesayangan itu. "Tujuannya, aku bisa jadi juara di berbagai kontes modifikasi," ujarnya.

Sekarang wajah Honda Jazz angkatan 2005 milik Benny berubah menjadi lebih X-treme. Penggarapan awal dilakukan pada bagian eksteriornya. Benny menggarapnya sendiri di bengkel kepunyaannya, Zero-S, di daerah Sunter, Jakarta Utara. "Aku nggak mau membuatnya terlalu ekstrem. Soalnya, mobil ini daily use. Yang penting, kelihatan garang dan masih bisa dipakai ke mana-mana," katanya.

Setelah itu, Benny memfokuskan diri untuk melakukan make over pada bodi. Pemasangan spoiler, bemper depan, dan belakang hingga side skirt buatannya sendiri ditempel pada bodi mobil. Wide body 10 cm juga ditambahkan.

Selain memasang bodi tambahan pada bagian eksterior, Benny menumpahkan cat berwarna cooper brown ke seluruh tubuh mobil. Sebagai pemanis, cutting sticker bercorak racing ditempelkan di bodi samping mobil. Pelengkap lain, wing custom, dipajang pada bagian belakang. "Dengan begitu, mobil menjadi lebih eye-catching," ujarnya bangga.

Untuk sektor kaki-kaki, Benny memasang velg krom berpalang lima dengan ukuran 19 inci. Agar fender mobil lebih compatible, pelebaran dilakukan Benny. Over Fender selebar 10 cm diberlakukannya.

Agar kaki-kaki dapat diatur sesuka hati, Benny mengganti sistem suspensi aslinya. Benny menggunakan sistem suspensi adjustable. "Dengan begitu, aku nggak takut mobilku nggasruk di daerah tinggi. Sebab, suspensi bisa diatur dengan cepat dan fleksibel," jelasnya.

Pindah ke bagian dalam, Benny juga melakukan banyak perubahan. Mulai jok hingga plafon diganti total. Agar kualitasnya maksimal dan lebih kontras, Benny memakai Suede dengan bahan semikulit berwarna terang. Pada door trim dibuatnya dari fiber, kemudian di-Suede.

Di dalam kabin mobil Benny juga disuguhkan suasana balap. Pedal set, lingkar kemudi, hand brake, dan shift knob bawaan pabrik diganti dengan merek balap. Sebagai pelengkap, indikator balap juga ikut tebar pesona. Speedometer, water temp, oil temp, oil press, dan tacho meter terpasang pada dasbor mobil.

Menengok ke bagasi mobil, berbagai perangkat audio membuat sesak ruangan tersebut. Demi kualitas audio yang megah, Benny mengganti otak bawaan mobil dengan head unit double din yang dilengkapi CD changer berkapasitas 10 CD. Untuk pemilihan sinyal yang baik, Benny meletakkan power amplifier di bagasi mobil.

Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk mengobrak-abrik tunggangan kebanggaannya itu. Benny juga harus merogoh kocek agak dalam untuk memodif Jazz tersebut. Total, dia menghabiskan Rp 175 juta. (dey)