PROFILE

Heikki Kovalainen: Kehidupan Pribadi dan Rencana Masa Depan

Senin, 17 Desember 2007
Alonso Teman Terbaik, Cita-Cita Teruskan Karir di WRC
Bersama Renault, Heikki Kovalainen menjalani musim perdananya dengan memuaskan. Tapi, dia tenggelam oleh kedahsyatan Lewis Hamilton. Sekarang di McLaren, orang pun lebih ingin tahu tentang kehidupan pribadi dan ambisi masa depan pembalap Finlandia itu.

Heikki Kovalainen tidak seperti pembalap Finlandia kebanyakan. Dia ramah dan enak diajak ngobrol, tidak seperti Mika Hakkinen dan -khususnya- Kimi Raikkonen.

Sejak menjadi test driver Renault dan selama menjalani musim perdana bersama Renault, dia selalu ramah melayani permintaan wawancara para wartawan, atau permintaan foto dan tanda tangan para penggemar.

Selama bersama Renault, pembalap 25 tahun itu juga tak takut bercerita tentang kehidupan pribadi. Sesuatu yang langka bagi seorang pembalap F1. Takuma Sato asal Jepang, misalnya, tak akan pernah mau menyebut nama istri dan anaknya.

Kovalainen mengungkapkan itu semua lewat The Red Bulletin, koran khusus paddock sirkuit yang diterbitkan Red Bull.

Kepada koran yang digarap dan dicetak di semua sirkuit F1 itu, Kovalainen mengatakan bahwa Fernando Alonso adalah teman terdekatnya di F1. "Saya suka ngobrol dengan dia. Dan, dia selalu jujur kepada saya," kata Kovalainen, yang menambahkan bahwa Kimi Raikkonen sebagai teman terdekat berikutnya.

Hubungan Kovalainen dan Alonso cukup unik. Segala hal dalam hidup Kovalainen seolah mengikuti jejak langkah sang juara dunia dua kali itu. Alonso menjadi test driver Renault pada 2002. Kovalainen menyusul kemudian. Ketika Alonso pindah dari apartemennya di Oxford, Inggris, ke Swiss, Kovalainen masuk ke gedung apartemen yang sama di Oxford.

"Saya menempati apartemen di sebelahnya," akunya. "Ketika dia (Alonso, Red) pindah, dia meninggalkan kunci apartemen kepada saya. Dia bilang, saya boleh mengambil barang apa saja yang dia tinggalkan. Jadi, saya ambil saja microwave-nya!" lanjut Kovalainen.

Dan, sekarang Kovalainen mengisi tempat yang ditinggalkan Alonso di McLaren! Tim tersebut tentu berharap agar Kovalainen lebih betah, tidak ikut cabut dengan muka masam seperti Alonso!

Bagi penggemar cewek (yang biasanya doyan pembalap Finlandia), Kovalainen punya kabar buruk. "Saya sudah punya pacar. Namanya Katherine. Dia asal Inggris dan kami sudah bersama sejak September 2002," tuturnya. "Kami bertemu di Sirkuit Oulton Park (Inggris, Red), waktu saya masih balapan F3. Ayahnya, Steve Hyde, juga pembalap. Dia dulu teman mekanik-mekanik tim saya. Kami kenalan waktu dia mengunjungi garasi kami," lanjut Kovalainen.

Di McLaren, Kovalainen meneken kontrak jangka panjang. Tidak disebut berapa panjang, yang pasti minimal dua tahun. Meski masa depannya masih cerah, Kovalainen mengaku sudah membayangkan hingga sepuluh tahun ke depan.

Dia mengharapkan bisa balapan di F1 hingga usia 35 tahun. Setelah itu, kalau sudah tidak ada tim yang mau menaungi, Kovalainen mengaku ingin balapan di World Rally Championship (WRC). Mengikuti langkah pembalap Finlandia lain, Marcus Gronholm. "Mungkin, Marcus kelak bisa membantu saya mencari kontrak," ucapnya dengan nada bercanda.

Akhir pekan lalu, Kovalainen dan Gronholm sama-sama berada di London. Keduanya membela bendera Finlandia di Race of Champion (RoC), even tahunan yang mempertemukan para jagoan balap dari berbagai aliran. Pada 2004, Kovalainen meraih popularitas di ajang ini, ketika mengalahkan Michael Schumacher di final Individual Event.

Dalam even yang berakhir Minggu kemarin (dini hari tadi WIB) di Stadion Wembley itu, Kovalainen memasang target tinggi. Meraih lagi gelar Individual Event (yang juga diikuti Michael Schumacher!) sekaligus merebut gelar Nations Cup untuk Finlandia.

Bagi Kovalainen, kemenangan di RoC bakal menjadi penutup yang indah untuk pekan yang sudah berlangsung sangat indah. (azrul ananda)

TOP PROFILE