PROFILE
Michelin kembangkan ban dengan umur pakai lebih panjang
Senin, 12 November 2007
Berdasarkan studi Michelin, produsen ban terbesar di Prancis, 20% dari energi yang dikonsumsi mobil dihabiskan untuk tire rolling resistance saja. Oleh karena itu, Michelin berusaha menciptakan ban yang memiliki rolling resistance separuh dari ban sekarang, dengan umur pakai lebih lama dan memangkas jarak pengereman.
Jim Micali, orang nomor satu Michelin di USA mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mencari susunan kima baru untuk konstruksi ban dan pola tapak yang bisa menggandakan umur pakai ban dibandingkan rata-rata ban lainnya. Salah satu aspek terpenting, kata Micali, semua penyempurnaan itu tidak akan mengorbankan keunggulan lain seperti traksi.
Michelin sudah berhasil mengembangkan low-rolling resistance yang diklaim bisa menghemat 0.2 liter bahan bakar setiap 100km dan mengurangi emisi CO2 sekitar 4g/km. Ban ini akan dipasarkan tahun depan.
Low-rolling resistance tire dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan dengan meminimalisir energi yang terbuang karena panas ketika ban bergerak/mengelinding di jalan. Rugi-rugi akibat gesekan bisa mencapai 80% dari energi bahan bakar yang di konsumsi mobil. Dari jumlah itu 5 - 15% hilang akibat rolling resistance.
Pengaruh rolling resistance terhadap konsumsi bahan bakar lebih besar dari ukuran dan berat ban. Pada prinsipnya, semakin keras ban, semakin rendah rolling resistance. Namun di sisi lain, semakin keras ban, semakin sempit area kontak ban dengan aspal. Semakin sempit area kontak ini, semakin kecil pula kemampuan ban untuk mencengkram jalan dengan efektif. Dan pada gilirannya ban semakin mudah tergelincir saat di rem. Yang dilakukan produsen ban saat ini adalah menciptakan ban dengan rolling resistance rendah, tanpa mengorbankan kemampuan traksi dan ketahanan ban.
Pola dan disain tapak ban juga memiliki pengaruh yang sama. Semakin detail pola disain tapak, semakin baik daya cengkramnya. Disisi lain, juga menciptakan peluang udara terperangkap di ceruk-ceruknya terjadi ketika menyentuh perumukaan jalan. Ketika terperangkap, udara/air/kotoran ban sekaligus menekannya. Ini mengurangi efisiensi ban dan memangkas jarak tempuh mobil.
Previous News




