MOTOGP

Dominasi Dua Lomba, Ducati Semangat Pertahankan Gelar

Senin, 30 Juni 2008
Jangan kaget kalau Casey Stoner dan Ducati Marlboro kembali jadi juara dunia, pada akhir musim MotoGP 2008 nanti. Setelah mendominasi dua lomba terakhir, kombinasi ini siap menguasai lomba-lomba selanjutnya.

AWAS, Casey Stoner dan Ducati Marlboro masih mampu menjadi juara dunia MotoGP 2008. Kombinasi ini telah mendominasi dua lomba terakhir, di Inggris dan Belanda. Dari tertinggal jauuuuh, sekarang pembalap Australia itu sudah berada di urutan ketiga klasemen pembalap, hanya 29 poin di belakang Dani Pedrosa (Repsol Honda).

Masih ada sembilan lomba tersisa, menyisakan maksimal 225 poin. Jadi, Stoner masih punya banyak waktu untuk mengejar. Apalagi kalau performanya terus seperti di Inggris dan Belanda.

Usai lomba di Sirkuit Assen, Sabtu (28/6), Stoner dan Ducati mulai melihat trofi champion 2008 di ujung terowongan gelap. ''Kami masih ketinggalan. Tapi, sekarang gelar sudah berada dalam jangkauan. Yang pasti, kami harus terus bekerja keras dan melangkah maju,'' kata Stoner.

Pembalap 22 tahun itu menambahkan, dirinya -dan para personel Ducati- sekarang telah kembali memiliki rasa percaya diri tinggi. Bos balap Ducati, Livio Suppo, menegaskan hal itu.

Suppo bilang, musim 2008 ini lebih mengasyikkan daripada musim 2007, ketika Ducati dengan mudah memenangi 11 lomba (sepuluh untuk Stoner). ''Sekarang kami dalam posisi mengejar. Itu lebih mengasyikkan,'' tegasnya.

Tentu saja, dengan kebangkitan ini, Stoner dan Ducati saling memuji. Stoner memuji kerja keras tim, yang tak pernah menyerah meski sempat menjalani lomba-lomba yang mengecewakan. Akibat kerja keras itu, Ducati mampu menemukan sistem elektronik baru, yang mampu me-manage mesin lebih baik. Dengan mesin yang lebih ''jinak'', Stoner pun mampu berkendara lebih tenang, lebih cepat.

Di sisi lain, Suppo bilang bahwa peran Stoner mungkin lebih besar. Musim ini, Stoner telah membuktikan mental dan karakter sebagai seorang champion.

''Selain kemenangan di Qatar, awal musim ini berlangsung sulit. Kami tertinggal begitu jauh, sehingga membutuhkan karakter yang hebat untuk terus percaya, bahwa kami masih mampu mengejar,'' tegas Suppo. ''Dia (Stoner, Red) telah menunjukkan itu,'' ungkapnya.

Sebelumnya, kata dia, tak ada yang menyadari hal itu dari seorang Casey Stoner. Sebab, tahun lalu dia menang terlalu mudah. ''Tentu mudah bagi seseorang untuk menjadi semakin kuat, ketika segalanya berjalan sesuai harapan. Yang hebat justru kembali menjadi kuat setelah menjalani masa-masa sulit,'' paparnya.

Bukti lain peran Stoner lebih besar, ungkap Suppo, adalah performa pengendara Ducati yang lain. Khususnya rekan setim sendiri di Ducati Marlboro, Marco Melandri. Saat Stoner kembali menguat dan finis pertama di Assen, Melandri justru finis terakhir.

''Di MotoGP, peran pembalap sangatlah penting. Kalau di Formula 1, mobil yang cepat selalu membantu pembalap melejit ke depan. Di sini tidak seperti itu. Punya motor cepat tidaklah cukup. Kita juga butuh pembalap yang cepat. Kami sangat senang Casey masih akan bersama kami hingga beberapa tahun lagi,'' ujarnya.

Saat ini, Ducati sudah bersiap menghadapi dua lomba berikutnya, di Sachsenring, Jerman, dan Laguna Seca, Amerika Serikat. Karena nyaris tidak ada uji coba dan pengembangan antara sekarang hingga libur tiga pekan Agustus mendatang, Ducati merasa yakin dominasi mereka belum akan terkejar.

Stoner sendiri sudah tak sabar menang lagi. ''Dua sirkuit selanjutnya mungkin bakal baik untuk kami. Kami tampil baik di keduanya tahun lalu. Dan dengan performa motor serta ban (Bridgestone) kami sekarang, kami berharap bisa terus meraih hasil baik,'' tegasnya.

Sedangkan untuk mempertahankan gelar juara dunia, Stoner akan berusaha tidak lagi membuat kesalahan. Konsistensi, kata dia, menjadi kunci sukses 2008. Dia harus terus naik podium kalau ingin terus mengejar ketinggalan.

Sebab, Valentino Rossi (Fiat Yamaha) dan Pedrosa diperkirakan bakal terus naik podium. Sulit membayangkan Rossi bakal kembali membuat kesalahan seperti ketika di Assen, Sabtu lalu. Sulit pula membayangkan Pedrosa bakal membuat kesalahan seperti itu.(*/jpnn)
STANDINGS
  1. V Rossi (Yamaha) - 162
  2. D Pedrosa (Honda) - 151
  3. C Stoner (Ducati) - 117
  4. J Lorenzo (Yamaha) - 104
  5. C Edwards (Tech 3 Yamaha) - 82
TOP MOTOGP NEWS