INTERNATIONAL
Awas, Ducati Ancam Dominasi Tiga Lomba
Senin, 14 April 2008
Ducati tidak lagi menyeramkan. Setelah memenangi lomba pertama di Qatar, Casey Stoner tak mampu meraih hasil baik dalam dua lomba terakhir. Dia hanya finis ke-11 di Jerez, Spanyol, dan kemarin hanya mampu finis keenam di Estoril, Portugal.
Apakah ini berarti Ducati sudah keluar dari barisan elite? Sama sekali tidak! Awas, Ducati dan Stoner mengancam bakal mendominasi tiga dari empat lomba berikutnya. Yaitu di Shanghai (Tiongkok, 4/5), Mugello (Italia, 1/6), dan Barcelona (Spanyol, 8/6). Hanya di Le Mans (Prancis, 18/5) Ducati mungkin tidak dominan.
Dua lomba terakhir memang diselenggarakan di sirkuit yang memang menjadi momok bagi Ducati. Baik Jerez maupun Estoril memiliki karakter lamban dan berliku, mengekang kedahsyatan mesin Desmosedici. Estoril sebenarnya punya trek lurus panjang, dan Ducati masih merajai top speed (lihat grafis). Tapi bagian lain sirkuit itu masih terlalu berliku.
Nah, tiga dari empat lomba berikutnya merupakan "makanan" Ducati. Shanghai memiliki trek lurus terpanjang di kalender, lebih dari 1,2 km. Mugello dan Barcelona juga punya trek lurus sepanjang 1 km atau lebih. Dan tidak seperti Estoril, ketiga sirkuit itu tergolong lebar dan mengalir.
Namun, untuk menjamin sukses di ketiga lomba berikutnya, Ducati tetap harus bekerja keras. Bagaimanapun, mereka harus memahami masalah dalam lomba di Jerez dan Estoril, lalu menemukan solusinya. Sebab, masalah-masalah itu -apa pun itu- tetap berpotensi mengganggu performa di semua jenis sirkuit.
Pihak Ducati sendiri masih garuk-garuk kepala, bingung dengan apa yang terjadi. Sebelum lomba kemarin, Stoner dan para petinggi tim mengakui masalah ada pada setelan motor. Khususnya pada bagian depan motor. Livio Suppo, bos tim, menjelaskan bahwa pihaknya sampai memakai setelan yang mirip dengan tahun lalu, yang waktu itu mampu memuaskan Stoner. Tapi hasilnya tetap buruk!
Apa pun masalahnya, Suppo tidak mau menyalahkan ban Bridgestone. Dia juga tetap memuji Stoner, yang dianggap terus memberikan upaya maksimal. Dalam lomba kemarin, Stoner kembali menunjukkan itu. Meski kurang kompetitif, dia tetap berjuang sebelum akhirnya finis di urutan enam. Apa pun masalahnya, Suppo mengaku pihaknya harus tetap tenang dan menemukan solusinya.
Stoner sendiri juga tidak panik. Dia sudah menegaskan itu sebelum lomba kemarin. "Tahun lalu, segalanya berlangsung begitu mulus (menang sepuluh lomba, Red). Situasi seperti sekarang memang bisa membuat kami frustrasi. Tapi jalan keluarnya adalah dengan menjaga ketenangan, terus saling percaya pada satu sama lain," tutur pembalap Australia itu.
"Saya tahu kami punya tim yang hebat, dengan dukungan penuh dari factory. Jadi kami akan terus bekerja bersama sampai situasi kembali baik," tandasnya. (aza)
Top Speed GP Portugal
(Sejak latihan sampai lomba)
1. Toni Elias, Team Alice Ducati 323,2 km/jam
2. Casey Stoner, Ducati Marlboro 320,3
3. Valentino Rossi, Fiat Yamaha 318,5
4. Marco Melandri, Ducati Marlboro 318,1
5. Jorge Lorenzo, Fiat Yamaha 318,1
Previous News




