F1

Alonso: Kami Tim Ketiga Tercepat

Alonso: Kami Tim Ketiga Tercepat
Kamis, 16 October 2008
Dua kali kemenangan yang diraih pada Grand Prix F-1 Singapura (28 September) dan Jepang (12 Oktober), membuat tim Renault semakin percaya diri. Bahkan pembalapnya, Fernando Alonso yang naik podium pertama dalam dua seri balapan beruntun tersebut, meyakini timnya kini merupakan yang tercepat ketiga, setelah Ferrari dan McLaren.

Pembalap Spanyol itu optimistis mampu meraih poin besar pada balapan di Sirkuit Shanghai, Tiongkok, 19 Oktober mendatang. Alonso bahkan bertekad untuk mempertahankan klasemen konstruktor tim pada posisi keempat. "Jika Anda melihat balapan di Singapura, mungkin Anda akan berkata kemenangan kami lebih banyak terjadi karena faktor keberuntungan. Tetapi saat balapan di Fuji (Jepang), itu lain ceritanya. Kami berhak atas kemenangan itu. Kami mampu tampil kencang, dan menjalankan strategi balapan dengan sempurna," ungkap Alonso baru-baru ini.

Menurut juara dunia 2005 dan 2006 itu, dengan dua kali kemenangan yang diraih, timnya kini semakin termotivasi. Alonso dan Renault pernah memenangi balapan di Shanghai pada 2005 lalu. "Sirkuit ini sangat menantang untuk pembalap, dan mesin kendaraan. Karena terdapat lintasan lurus yang panjang, serta variasi tikungan cepat dan lambat. Ini menuntut setingan kendaraan yang kompromi untuk mendapatkan keseimbangan supaya kendaraan banyak menerima daya tekan di bagian bawah (downforce) saat menikung, namun juga punya traksi baik saat melaju di lintasan lurus dengan cepat," ujarnya.

Pemimpin tim Renault, Flavio Briatore menyatakan, sekarang ini kendaraan Renault R28 merupakan salah satu yang tercepat. Semuanya berkat kerja keras tim pabrikan otomotif Prancis itu dalam tiga bulan terakhir. "Di Shanghai Anda akan melihat sesuatu yang baru dari kami. Jika perangkat itu cocok dengan kendaraan dan pembalap kami di lintasan, maka setelah 18 putaran, Anda akan melihat kami mampu mengimbangi Ferrari dan Lewis Hamilton (McLaren)," sesumbar Briatore, Rabu (15/10).

Sebenarnya, apa yang menyebabkan tim Renault mampu bangkit hingga seperti sekarang ini? Menurut direktur teknik tim, Bob Bell hal itu terjadi karena timnya terus melakukan pengembangan. Menjelang akhir musim lomba 2008, kebanyakan tim sudah berhenti melakukan inovasi kendaraannya saat ini, untuk fokus pada persiapan musim balapan 2009.

Pada balapan di Singapura, Renault menampilkan pengembangan di sayap depan R28. Kemudian di Fuji, bodi samping kendaraan (sidepod) juga direvisi, dengan perubahan bentuk pada lobang saluran udara menuju radiator yang bertujuan mengurangi hambatan (drag) udara yang berlebih dan meningkatkan efisiensi dari sayap belakang. "Kami juga semakin memahami bagaimana meningkatkan potensi maksimal dari sasis dan kendaraan. Hasilnya pembalap kami semakin memiliki percaya diri dalam penampilannya," ungkap Bell.

Dibandingkan Briatore, Bell sedikit merendah mengenai kemampuan timnya saat ini. "Rasanya kami masih di belakang Ferrari dan McLaren dalam penampilan. Namun, kami sudah memiliki keunggulan atas BMW. Kini kami semakin mendekati dua target yang paling obyektif kami raih, yakni menempati posisi klasemen keempat konstruktor, dan memiliki mobil ketiga terkencang di lintasan," katanya.

Ketika pertama kali R28 diluncurkan, performa kendaraan itu belum maksimal. Bell mengungkapkan, perubahan besar dilakukan timnya dengan merombak bodi kendaraan, ketika balapan berlangsung di Barcelona, akhir April lalu. Setelah itu, revisi dilakukan pada bagian sayap dan penutup mesin (menggunakan sirip mirip ikan hiu). (SP/Berbagai Sumber/L-9)
STANDINGS
  1. F Massa (Ferrari) - 48
  2. R Kubica (BMW Sauber) - 46
  3. K Raikkonen (Ferrari) - 43
  4. L Hamilton (McLaren) - 38
  5. N Heidfeld (BMW) - 28
TOP F1 NEWS