F1
Cela dan Bela untuk Lewis Hamilton
Selasa, 14 October 2008
Kegagalan membawa pulang poin dari Grand Prix Jepang Minggu (12/10) menunjukkan bahwa Lewis Hamilton tidak belajar dari pengalaman musim lalu. Tekadnya untuk lebih konservatif demi mempertahankan keunggulan ternyata terkikis oleh sikap agresifnya di lintasan.Setidaknya, itulah penilaian pembalap senior BMW-Sauber Nick Heidfeld. Menurut dia, Hamilton seharusnya bisa belajar dari kegagalannya menjadi juara musim 2007. Kala itu, dengan keunggulan 17 poin dalam dua seri terakhir dia harus menyerahkan mahkota juara dunia kepada Kimi Raikkonen. Penyebabnya, Hamilton terlalu bernafsu untuk finis terdepan dengan mempertaruhkan peluang juaranya.
"Saya rasa, Hamilton harus belajar dari pengalaman tersebut," tutu Heidfeld kepada Motorsports-Magazine sebagaimana dikutip Crash.
Menurut pembalap Jerman berusia 31 tahun itu, serangan Hamilton terhadap Kimi pada tikungan pertama lap pertama seharusnya tidak perlu dilakukan. Karena terlalu memaksa, dia terlambat mengerem sehingga membuat bannya tidak rata dan dikenai penalti drive through.
Kalaupun kehilangan posisi pemimpin lomba saat itu, dia masih bisa mengejar pada momen yang lebih baik. Lomba masih sangat panjang. Bahkan, jika Kimi juara, keunggulan Hamilton akan lebih besar apabila Massa finis di belakangnya.
"Dia (Hamilton, Red) telah menjalankan instruksi timnya pada lomba sebelumnya untuk lebih berhati-hati. Tapi, setelah melihat replay (di Jepang, Red), aksi pada tikungan pertama seharusnya tidak dilakukan," paparnya.
Penilaian negatif Heidfeld tersebut menambah panjang daftar komentar miring pembalap BMW-Sauber kepada Hamilton. Sebelumnya, pekan lalu Robert Kubica menyatakan bahwa cara membalap Hamilton terlalu membahayakan pembalap lain.
Mendapati pembalap andalannya dikecam seperti itu, McLaren-Mercedes otomatis membela. Menurut mereka, sikap agresif pembalap asal Inggris tersebut bukan suatu kesalahan.
"Dia (Hamilton, Red) adalah pembalap. Itu (selalu mengejar posisi terdepan, Red) membuatnya menjadi seorang pembalap. Kami tidak bisa menghentikan dia untuk tidak melakukan hal tersebut," terang Ron Dennis, team principal McLaren.
Menurut Dennis, aksi menyalip yang dilakukan oleh Hamilton tersebut membuat dirinya bangga. Dengan agresivitasnya, dia hanya butuh satu lap untuk menyalip pembalap lain. "Berapa lama Felipe membutuhkan waktu untuk menyalip Honda? Lima lap? Enam lap?" tanya dia.
Pembelaan juga disampaikan oleh CEO McLaren Martin Whitmarsh. "Lewis mengambil risiko dengan mengerem lebih lambat di sana (tikungan, Red). Jika tidak berhasil, itulah balapan," ucapnya.
McLaren yakin, Hamilton akan mampu menyelesaikan tugasnya musim ini dengan baik. Akhir pekan nanti, di Sirkuit Shanghai, Tiongkok, Hamilton bakal membuktikan keyakinan tersebut. Jika menang dan Massa gagal menuai poin, dia akan memastikan gelar lebih awal. (jpnn)
Previous News




