Glock Amankan Karir
Kovalainen mungkin bukan yang paling bahagia di Hungaroring kemarin. Pembalap Toyota, Timo Glock, mungkin yang paling gembira. Sebab, dia meraih posisi podium bukan sekadar karena keberuntungan. Tapi karena sudah menunjukkan kecepatan meyakinkan sejak babak kualifikasi.
Glock memulai lomba dari posisi kelima. Mengalahkan rekan setimnya, Jarno Trulli, yang dikenal sebagai jagoan kualifikasi. Saat lomba, Glock menunjukkan bahwa kecepatannya bukan akibat strategi sedikit bahan bakar. Dia memang benar-benar cepat!
Bukti terkuat adalah di pengujung lomba. Berada di urutan ketiga, Glock mampu menyamai kecepatan Kovalainen. Lebih dari itu, dia mampu membendung tekanan bintang Ferrari, Kimi Raikkonen. Ketika mesin Felipe Massa meletus, Glock pun naik ke urutan kedua. Untuk kali pertama, dia naik podium.
''Rasanya sulit dipercaya. Saya tak bisa percaya ketika melihat mesin Felipe meledak dan saya berada di urutan kedua. Rasanya sulit dipercaya. Saya punya mobil yang baik. Mobil ini perfect sampai akhir. Sulit dipercaya, di tahun penuh pertama saya,'' ungkap pembalap Jerman berusia 26 tahun tersebut.
Hasil itu mungkin akan memantapkan posisi Glock. Bukan hanya di Toyota, tapi juga di barisan F1. Karirnya memang naik turun. Pada 2004, dia langsung meraih poin pada debutnya naik Jordan-Ford, di GP Kanada. Tapi, kemudian terdepak dari F1, harus meniti lagi karir di GP2. Tahun lalu, dia menjadi juara GP2, dan sekarang dicomot Toyota.
Kini, Glock bisa menikmati dulu sukses ini selama tiga pekan. Lomba berikutnya baru akan diselenggarakan 24 Agustus mendatang di sirkuit jalanan Valencia, Spanyol.
Ini adalah kali kedua pembalap kejutan finis di urutan kedua. Dua pekan lalu, di GP Jerman, Nelson Piquet Jr. meraih podium pertamanya bersama Renault. Sama dengan Glock, sukses itu mungkin juga mengamankan karirnya di F1. (jpnn/aza)




