Barrichello Naik Podium di Grand Prix Inggris

Lewis Hamilton mampu mendominasi Grand Prix Inggris, membahagiakan ribuan penggemarnya yang rela menonton berbasah-basah. Tapi, dia belum tentu yang paling bahagia. Pembalap yang paling bersukacita kemarin mungkin adalah Rubens Barrichello.
Start dari posisi ke-16, Rubens Barrichello tampil luar biasa di Sirkuit Silverstone. Pembalap Honda itu mampu membuat keputusan strategi tepat di tengah lomba, dan kemudian finis di urutan tiga. Ini adalah podium nomor 62 dalam karir Barrichello, setelah berpartisipasi dalam 262 lomba. Tapi, itu adalah podium pertamanya sejak Grand Prix Amerika Serikat di Indianapolis, pada 2005 lalu!
Dengan sukses ini, Barrichello pun membuktikan kepada semua orang bahwa dia belum boleh dilupakan. Usianya sudah 36 tahun, tertua kedua di F1 (setelah David Coulthard). Namun usai GP Inggris kemarin, Barrichello menunjukkan bahwa dia masih punya kemampuan dahsyat.
"Saya tak pernah kehilangan rasa percaya diri. Saya selalu yakin dengan kecepatan saya dan lain-lain," katanya usai lomba kemarin. "Terus terang ini memang hari beruntung, dan saya sepertinya yang paling beruntung. Tapi saya selalu suka cuaca basah dan saya mampu membalap dengan sempurna," paparnya.
Mungkin, pengalaman Barrichello-lah yang membuatnya minta dipasangkan ban full wet saat pit stop di pertengahan lomba. Kebanyakan pesaing memilih terus memakai ban intermediate (setengah basah), tapi Barrichello merasa kondisi membutuhkan ban full wet.
Keputusan itu terbukti tepat. Saat pembalap lain melamban, Barrichello dengan mudah meraih posisi demi posisi. "Saya mampu menyalip orang dari dalam atau luar. Rasanya magic," ungkapnya.
Barrichello mengaku lomba kemarin membuatnya merasa kembali muda. "Saya merasakan sesuatu yang luar biasa. Seperti saya kembali muda. Saya bisa tersenyum menghadapi berbagai masalah, dan saya mau bekerja lebih keras. Saya cinta F1. Saya cinta kecepatan. Saya tak bisa hidup tanpa semua ini," paparnya.
Ucapan terima kasih khusus diberikan Barrichello kepada anaknya, Eduardo. "Dia melihat betapa sulitnya memulai lomba dari urutan 16. Jadi saya bilang ke dia bakal berdoa mengharapkan hujan supaya bisa naik podium," tuturnya.
Sekarang, dengan posisi podium di Inggris, Barrichello melonjak ke urutan sepuluh klasemen pembalap. Dia meninggalkan jauh Jenson Button, rekan setim yang dianggap lebih handal.
Sekarang, Barrichello kembali memegang bargaining power, bahwa Honda mungkin masih membutuhkan kecepatan dan pengalamannya untuk musim depan.(*/jpnn)
2. Nick Heidfeld Germany BMW Sauber +68.5
3. Rubens Barrichello Brazil Honda-Honda +82.2
4. Kimi Raikkonen Finland Ferrari-Ferrari +1 lap
5. Heikki Kovalainen Finland McLaren-Mercedes +1 lap
6. Fernando Alonso Spain Renault-Renault +1 lap
7. Jarno Trulli Italy Toyota-Toyota +1 lap
8. Kazuki Nakajima Japan Williams-Toyota +1 lap
9. Nico Rosberg Germany Williams-Toyota +1 lap
10. Mark Webber Australia Red Bull-Renault +1 lap
11. Sebastien Bourdais France Toro Rosso-Ferrari +1 lap
12. Timo Glock Germany Toyota-Toyota +1 lap
13. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari +2 laps
Rtd Robert Kubica Poland BMW Sauber 39 laps completed
Rtd Jenson Button Britain Honda-Honda 38 laps completed
Rtd Nelson Piquet Jr Brazil Renault-Renault 35 laps completed
Rtd Giancarlo Fisichella Italy Force India-Ferrari 26 laps completed
Rtd Adrian Sutil Germany Force India-Ferrari 10 laps completed
Rtd Sebastian Vettel Germany Toro Rosso-Ferrari 0 laps completed
Rtd David Coulthard Britain Red Bull-Renault 0 laps completed




