Jelang GP Inggris, Force Kejar Target
Pengembangan pada kendaraan VJM-01 dilakukan tim demi mengejar ketinggalan waktu 0,3 detik untuk satu putaran dari tim-tim yang lain. Waktu 0,3 detik untuk satu putaran mungkin kedengarannya biasa saja. Namun, untuk ajang seperti F-1 perolehan waktu tersebut merupakan suatu loncatan yang besar.
"Kami telah melakukan kemajuan yang bagus, terutama pada sektor aerodinamika. Kami juga menguji sistem hidraulik mekanis (damper) yang baru. Rasanya kami mampu memangkas ketinggalan 0,3 detik. Sekarang tinggal melihat bagaimana hasilnya pada balapan nanti," ujar pembalap Force India, Adrian Sutil, Rabu (2/7).
Perubahan mencolok memang terlihat pada pacuan VJM-01 selama sesi uji coba berlangsung di Silverstone, pada 24-26 Juni lalu. Dari tampilannya, yang langsung terlihat oleh mata adalah perubahan mencolok pada pelindung mesin (engine cover) yang terletak di bagian belakang kendaraan. Bentuknya yang mirip sirip ikan hiu itu, serupa seperti yang digunakan tim Red Bull, dan Renault.
Bentuk penutup mesin seperti itu berguna dalam menghadapi sirkuit yang berangin, sebagai pelindung sekaligus mendatangkan kestabilan kendaraan saat melintas di tikungan. Tidak itu saja, direktur teknik Force India, Mike Gayscone juga menambahkan perangkat baru pada bagian samping kendaraan (sidepods) juga bargeboards atau sayap kecil di belakang roda untuk pengaliran udara.
Namun, yang masih menjadi kontroversi adalah penggunaan damper yang mirip peredam kejut (mass damper) milik Renault yang dilarang pada musim lomba 2006. Fungsi damper ini merupakan komponen dari suspensi yang menjadikan kendaraan tak berguncang saat mencapai kecepatan tinggi, dan membuat perangkat aerodinamika pacuan dapat bekerja secara efektif. Sementara saat berada dalam kecepatan lambat, kendaraan mendapatkan traksi (tarikan) yang baik untuk mencapai kecepatan tinggi. Namun, menurut Sutil pemasangan damper baru tersebut masih memerlukan uji coba lebih lama sebelum dipergunakan. Karena dia merasakan saat dipergunakan, kecenderungannya kendaraan mengalami kesulitan saat membelok di tikungan (under-steering). (*/berbagai sumber)




