F1

Ferrari Punya Tradisi di Silverstone

Kamis, 3 Juli 2008
Tim Ferrari memiliki tradisi di Sirkuit Silverstone, tempat penyelenggaraan balapan Formula Satu (F-1) seri kesembilan, Minggu (6/7). Pada sirkuit inilah 57 tahun yang lalu, pembalap Argentina, Jose Froilan Gonzalez memberikan kemenangan pertama di ajang Grand Prix (GP) untuk tim Scuderia. Selain itu, rekor catatan waktu tercepat untuk satu putaran di lintasan sepanjang 5,141km itu masih dipegang pembalap tim Kuda Jingkrak, Michael Schumacher pada 2004, dengan catatan satu menit,18,379 detik.

"Sangat menyenangkan balapan di pusatnya olahraga otomotif internasional. Kami tentunya ingin mengulang sukses yang pernah kami raih. Hanya saja kami sadar rival kami (McLaren, Red) pasti akan termotivasi. Untuk memenangi balapan di Silverstone, kami mesti tetap tak memandang enteng lawan, dan konsentrasi pada seluruh detail yang kami butuhkan," ujar pemimpin tim Ferrari, Stefano Domenicali, Selasa (1/7).

Detail yang tengah dipikirkan tim Scuderia, adalah penyelesaian pada masalah kendaraan F2008 nomor satu, yang dikendarai Kimi Raikkonen. Seperti diketahui kendaraan itu mengalami kerusakan saluran pembuangan di GP Prancis 22 Juni lalu. Beruntung pembalap Finlandia itu mampu bertahan di setengah sisa balapan, dan finis kedua di Sirkuit Magny Cours.

Menurut Chris Dyer, teknisi balap Raikkonen, pihaknya tengah memikirkan cara terbaik melakukan pergantian perangkat yang rusak tanpa perlu mengganti keseluruhan mesin untuk menghindari penalti. Namun, bisa juga melakukan pergantian mesin tanpa terkena penalti, mengingat regulasi yang baru membolehkan seorang pembalap sekali mengganti mesinnya selama satu musim, dan tetap terhindar sanksi mundur posisinya saat start.

Besar kemungkinan, Domenicali akan memerintahkan Raikkonen memakai "kartu joker" tersebut untuk balapan di Silverstone. "Masalah mesin Kimi (Raikkonen, Red) memang menjadi perhartian kami, terutama untuk menghindari penalti," tegas pria Italia itu.

Detail lain yang dipikirkan tim Scuderia tentunya adalah mencari setingan kendaraan yang tepat dengan kondisi sirkuit. Perubahan mesin mobil F-1 dari V10 menjadi V8 ternyata meningkatkan level downforce, atau daya tekan yang berasal dari aliran udara di bawah kendaraan di Silverstone. Hasilnya, di sejumlah tikungan menurun yang terdapat pada setengah lintasan sirkuit, dapat dipacu dengan kecepatan tinggi yang mencapai 180 km per jam. Pada tikungan-tikungan berkarakter cepat itu, pembalap akan agresif melintasinya dengan memakai area pembatas lintasan (kerbs) untuk keluar tikungan. Hanya saja di akhir lintasan, terdapat tikungan pelan, serta lintasan bergelombang (bumpy) dan hembusan angin kencang akan menghadang pembalap.

Silverstone memiliki 14 tikungan, terdiri dari enam tikungan arah kiri dan delapan arah kanan. Kecepatan puncak yang bisa dicapai di lintasan ini sekitar 335 km per jam. Namun, lintasan lurus di sirkuit ini terbilang pendek (105 meter), artinya pembalap sulit melakukan aksi menyusul pembalap lain (overtaking).

Perangkat aerodinamika yang dipergunakan harus mendukung terciptanya level downforce yang dibutuhkan, supaya kendaraan mampu mendapatkan daya cengkeram (grip) tinggi saat melintasi di tikungan dan dengan cepat keluar. Dengan demikian, pada balapan akhir pekan ini, kita akan kembali melihat kendaraan-kendaraan F-1 dihiasi perangkat aerodinamika berupa sayap-sayap tambahan.

Kendaraan juga harus dibekali keseimbangan mekanis di sirkuit ini. Setingan suspensi yang dipakai adalah keras (kaku) pada ujung bagian roda depan kendaraan dan lebih lunak pada ujung bagian roda belakang. Suspensi depan yang kaku akan membuat performa kendaraan tetap stabil saat melintasi tikungan yang berbeda karakternya, cepat dan lambat. Sementara setingan lunak di belakang, akan mendatangkan daya cengkeram yang lebih baik untuk mendapatkan traksi (tarikan) saat keluar tikungan pelan.

Dua karakter tikungan berbeda (cepat dan lambat) yang ada di Silverstone membuat ban yang dibutuhkan dengan campuran (compound) yang keras (hard) dan medium.

Menurut direktur olahraga otomotif Bridgestone, produsen pemasok ban di F-1, Hirohide Hamashima, sirkuit ini merupakan salah satu sirkuit yang cepat menghabisi lapisan ban, sehingga ban dengan compound keras akan lebih lama waktu pemakaiannya ketimbang ban campuran luncak (soft).

Mengenai strategi balapan di Silverstone, Ferrari akan berupaya meraih posisi terdepan, dengan menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (5/7). Menempati baris depan sangat penting, karena overtaking sulit dilakukan di Silverstone. Sehingga duel ketat antara Ferrari, McLaren dan BMW Sauber sudah terjadi pada saat penentuan posisi start, atau sebelum balapan berlangsung. (*/sp/Berbagai Sumber)

STANDINGS
  1. F Massa (Ferrari) - 48
  2. R Kubica (BMW Sauber) - 46
  3. K Raikkonen (Ferrari) - 43
  4. L Hamilton (McLaren) - 38
  5. N Heidfeld (BMW) - 28
TOP F1 NEWS