F1
BMW Sauber Perpaduan Ferrari dan McLaren
Jumat, 18 April 2008
Dua pembalap BMW Nick Heidfeld dan Robert Kubica konsisten bergantian berada di podium pada 3 seri GP yang sudah di jalani.
Dengan prestasi yang meyakinkan ini, tim BMW Sauber yang dikomandoi Dr. Mario Theissen menjadi ancaman bagi tim Ferrari dan McLaren yang bisa jadi semakin kerepotan tahun ini. Hal ini bisa dicapai tim pabrikan Jerman BMW yang menjadi tim lengkap dan berdiri sendiri sejak 2006 setelah membeli tim Sauber Swiss, yang membuat sasis tim Sauber dengan memakai mesin BMW.
Kemajuan yang dicapai pada 2008 dengan melakukan perubahan signifikan pada desain sasis dianggap sebagai evolusi radikal pada F1.08, khususnya dengan peningkatan efisiensi aerodinamika dan stabilitas aerodinamika di semua bagian, termasuk memasang barge board di bagian sasis depan untuk menstabilkan aliran angin ke radiator agar pendinginan mesin lebih maksimal serta tambahan aliran udara ke bagian sayap belakang sehingga downforce meningkat.
Selain itu, menurut direktur teknik BMW Sauber Willy Rampt, daya cengkeram juga ditingkatkan serta mengurangi berat beberapa bagian komponen dengan tujuan memaksimalkan stabilitas. Hasilnya, menurut Rampt, F1.08 sangat stabil.
Untuk mengakali larangan traction control, BMW memperpanjang jarak sumbu roda F1.08 ditunjang aerodinamika secara menyeluruh dari sasis depan hingga belakang. Untuk mendapatkan traksi lebih maksimal, dibuat sayap depan yang sangat berbeda dibandingkan dengan model 2007.
Sayap depan F1.08 kini lebih lebar dengan 3 elemen (tadinya 2 pada musim lalu), mirip dengan sistem yang dipakai McLaren sejak 2007. Bentuk hidungnya (nose) yang lebih kecil dibuat agar pemecah hambatan angin dapat bekerja lebih efisien. Sayap depan (front wing) jadi andalan BMW karena amat berperan dalam down force mobil balap F1.08 saat dipacu, terlebih di tikungan. Apalagi traction control pada lomba GP F-1 2008 dilarang.
Bagian tengah sasis, sidepod juga direvisi agar aliran udara ke sayap belakang dan diffuser (bagian belakang bawah sasis) dapat bekerja lebih maksimal. Tutup mesin dirampingkan untuk efisiensi bobot, sehingga letak knalpot bisa lebih dekat ke mesin.
Tambahan sayap yang menyatu dengan winglet terletak di depan ban belakang, ini untuk meningkatkan daya tekan dan memperlancar aliran angin ke sayap belakang. Keempat roda juga memakai pelindung rim shield seperti yang dipakai Ferrari, Gunanya untuk menjaga agar rem dan pelek tidak terlalu panas.
Jadi, BMW Sauber F1.08 merupakan perpaduan Ferrari dan McLaren yang terbukti efektif untuk menyaingi 2 tim papan atas tersebut. Musim lalu, BMW berada di urutan ke-2 konstruktor, setelah McLaren terkena hukuman akibat kasus spionase data teknik Ferrari. Bahkan, musim lalu BMW sudah mampu mengalahkan tim Renault sebagai juara bertahan dan sudah hampir berimbang dengan Ferrari and McLaren.
"Target kami musim ini bisa memenangi salah satu seri dan peluang itu semakin dekat, " kata Dr. Mario Theissen. (bk)**
Previous News




