Juara dunia tujuh kali, Valentino Rossi, menolak untuk menghapus peluang juaranya bersama Ducati musim ini, namun ia pun mengakui kalau itu adalah tugas yang berat.
Rossi (32) melalui musim lalu dengan kurang bagus, di tahun pertamanya dengan Ducati. Ia menyelesaikan musim dengan menduduki posisi ketujuh MotoGP, dan untuk pertama kalinya selama 15 tahun karirnya, ia gagal memenangi satu lomba pun.
Faktanya, ia hanya mampu satu kali menduduki peringkat tiga, dan untuk pertama kalinya sejak 2000, ketika ia hanya satu kali naik podium.
Pebalap Italia ini mengakui kalau motornya mungkin tidak mampu mengungguli Casey Stoner dan Jorge Lorenzo, namun ia tidak mempersiapkan diri untuk memulai musim yang diisi banyak kekalahan.
“Saya tidak ingin mengeluarkan diriku sendiri sebelum kejuaraan bahkan belum dimulai, tetapi anda harus realistis – kami tahu kalau kami memiliki 1,5 detik (per lap) untuk dibenahi,” ucapnya.
“Tujuan kami adalah mendekati Honda dan Yamaha, dan hanya dengan melakukan itu sehingga kami dapat bertarung untuk meraih kesuksesan.”
Rossi mengatakan kalau musim lalu dirinya banyak diganggu masalah cedera, yang tidak diharapkan akan kembali menjadi problemnnya tahun ini.
“Tahun lalu saya harus mengalami masalah bahu sampai Barcelona (balap kelima musim), namun musim ini saya berada dalam bentuk (terbaik),” tuturnya.
Rossi menolak saran kalau dirinya mungkin lebih baik pensiun, dibanding mengambil resiko gagal menjadi juara.
“Saya ingin membuat Ducati menjadi kuat sebelum saya berhenti. Saya akan senang dengan kontrak dua tahun di Ducati, mungkin yang terakhir untuk saya, dan kemudian saya akan berpikir bagaimana caranya bersenang-senang,” ujarnya rileks. (*/ant)
Related posts:



